Monday, October 8, 2012

REVIEW – INCEPTION (2010)



Cobb: ” What’s the most resilient parasite? An Idea. A single idea from the human mind can build cities. An idea can transform the world and rewrite all the rules. Which is why I have to steal it “
Dom Cobb (Leonardo DiCaprio) adalah seorang pencuri professional, namun tidak seperti pencuri konvensional pada umumnya yang mengambil benda-benda berharga secara langsung, Cobb melakukannya lewat media mimpi. Ya, sebagai salah satu seorang ‘pencuri mimpi’ handal atau dikenal dengan sebutan ‘Extractor’ ini, Cobb mencuri segala rahasia, ide ataupun pemikiran yang tersembuyi melalui alam bawah sadar korbannya yang sudah di rekayasa sedemikian rupa.
Sayang misi terkahir yang dilakukan duda dua anak ini tidak berjalan mulus. Cobb gagal melaksanakan tugasnya untuk mencuri rahasia-rahasia yang terembunyi dalam pikiran seorang pengusaha kaya, Saito (Ken Watanabe) yang kemudian malah memperkerjakannya dalam sebuah misi besar untuk melakukan tindakan Inception Extraction yang mengambil ide-ide ataupun rahasia-rahasia dari pikiran korbannya, Inception adalah proses untuk memberikan atau menanam sebuah ide atau gagasan dasar dalam pikiran korbannya, agar nantinya disaat sang korban kembali dari alam bawah sadarnya ia akan bertindak sesuai dengan ide yang baru saja ditanamkan dalam pikirannya itu.terhadap Robert Fischer, Jr (Cillian Murphy) .Kebalikan dari proses Inception jelas bukan tindakan yang mudah dilakukan, bahkan untuk seorang sekaliber Dom Cobb sekalipun. Untuk itu agar misi sulit ini dapat berjalan sesuai rencana, Cobb membentuk sebuah tim ‘dream-stealers’ yang terdiri dari Arthur (Joseph Gordon-Levitt), yang bertugas menyelidiki target operasi, Eames (Tom Hardy), seorang ahli peyamaran yang mampu berubah wujud sesuai keinginannya dalam dunia mimpi, Yusuf (Dileep Rao), sang ahli kimia yang handal dalam meramu obat-obat tidur dosis tinggi, Ariadne (Ellen Page), seorang gadis muda yang ditugaskan untuk merekonstruksi dunia mimpi yang baru.
Berbicara Inception sudah tentu aneh rasanya jika tidak menyinggung orang hebat yang berdiri dibelakangnya. Orang itu adalah Christopher Nolan, seorang sutradara, penulis sekaligus produser jenius yang lebih dari satu dekade ini telah membuat jutaan penonton diseluruh dunia tersihir dengan karya-karyanya yang luar biasa, sebut saja Mementodengan gaya peceritaan non-linear uniknya sampai rebootBatman Begins dan The Dark Night yang sukses besar baik secara kualitas maupun komersial dan banyak mendapatkan pujian dari kritikus-kritikus dunia.
Batman dalam, Pasca dua tahun setelah kesuksesan yang direngkuh The Dark Knight, Nolan hadir kembali dalam karya teranyarnya, Inception, yang juga salah satu film yang paling ditunggu-tunggu kehadirannya tahun 2010 ini. Berbekal track record-nya yang sangat memuaskan, tentu tidak terlalu berlebihan jika para penonton dunia memiliki ekpektasi yang sangat besar terhadap film barunya satu ini, dan hasilnya ternyata memang sesuai dengan harapan semua orang, sangat memuaskan. Ya, Inception bisa dibilang adalah salah satu karya terbaik sutradara berusia 40 tahun ini. Walaupun tema tentang perjalanan alam bawah sadar manusia bukan lagi sesuatu yang fresh, karena sebelumnya Trilogi The Matrix besutan Wachowski bersaudara sudah pernah mengangkatnya, namun bukan Nolan namanya jika tidak mampu menyulap tema usang tersebut menjadi sebuah sajian berkualitas tinggi.
Seperti menjadi kebiasaanya Nolan kembali mengahadirkan sebuah plot kuat yang sudah terbangun dengan baik dari awal. Gaya non-linear yang menjadi ciri khasnya kembali dihadirkan disini. Sedikit membingungkan di awal-awal film, namun dengan sabar Nolan sukses memanfaatkan lamanya durasi sepanjang 148 menit untuk perlahan-lahan menuntun para penontonnya agar tidak tersesat terlalu jauh dalam dunia Inception. Setelah proses ‘perkenalan’ dirasa cukup, bersiap-siap saja untuk masuk ke tahap berikutnya. Kita akan diajak masuk lebih dalam ke dalam dunia mimpi versi Nolan yang penuh dengan filososi-filosofi mimpi ‘logis’ namun juga absurd secara bersamaan. Sebuh dunia dimana alam bawah sadar manusia digambarkan dengan cara yang spektakuler, gila, unik dan juga indah.
Jelas sekali Nolan sudah mengerjakan pekerjaan rumahnya dengan sangat baik jauh-jauh hari sebelum ia memutuskan untuk membuat film berbudget 160 juta Dollar ini, terlihat dari bagaimana terasa ‘masuk akalnya’ setiap penjelasan yang diberikan tentang teori-teori mimpi ala Nolan ini. Menuju pertengahan film tensi menjadi meningkat drastis. Ketegangan pun tidak henti-hentinya berdatangan silih berganti membuat penonton ‘terpaksa’ duduk manis dikursinya agar tidak ketinggalan sedikitpun adegan-adegan yang disajikan secara cepat, tidak cukup hanya itu, iringan musik latar garapan Hans Zimmer yang semakin menjadi-jadi setiap menitnya membuat emosi penontonnya bergejolak menyaksikan rangkaian adegan pemacu adrenalin yang berhasil digarap dengan sangat apik ini. Bahkan Nolan pun mengakhiri film hebat ini dengan berkelas, sebuah ending ‘manis’ dan ‘adil’ berhasil membuat sebagaian besar penontonnya tersenyum puas.
Kehadiran bintang-bintang kelas ‘A’ jelas juga menjadi daya tarik bagi Inception, walaupun harus diakui tidak semua bermain cemeralang, terhitung hanya karakter Leonardo DiCaprio sebagai sosok Dom Cobb, Marion Cotillard sebagai Mal, dan Cillian Murphy sebagai Robert Fischer, Jr yang tampil prima, sedangkan nama-nama lain seperti Ellen Page, Joseph Gordon-Levitt, Ken Watanabe tampil biasa saja.
Overall, Tidak diragukan lagi jika Inception adalah salah satu yang terbaik dari seorang Christopher Nolan, walaupun secara kualitas masih sedikit berada dibawah Memento maupun The Dark Night, namun apa yang disajikan oleh Nolan disini lebih dari cukup untuk sekali lagi mengukuhkannya sebagai salah satu sutrdara terbaik yang dimiliki oleh Hollywood dan juga membuat Inception menjadi salah satu film terbaik tahun ini.
Rating: ★★★★★★★★☆☆ 

No comments:

Post a Comment