ed: ” I bet you treat your wife like a vacuum cleaner. She both sucks and blows. And when you are done with her, you throw her back into the closet “
Ketika kamu sudah memberikan kebebasan penuh kepada seorang macam Seth MacFarlane untuk menjadi produser, penulis, sutradara bahkan salah satu pemainnya utamanya, maka jangan salahkan jika ia kemudian akan menghadirkan sesuatu yang sama gilanya dengan yang pernah dilakukannya bersama sitkom animasi populernya, Family Guy danAmerican Dad di debut film live action-nya ini. Ya, Ted jelas akan menjungkirbalikan semua presepsimu tentang boneka Teddy Bear yang imut, setidaknya itu buat penonton yang belum mengantisipasi bahwa ini bukan sekedar film boneka menggemaskan yang bisa berbicara semata dan masih membawa bocah-bocah ingusan untuk menontonnya karena saya pastikan kamu akan menyesal sudah melakukan itu, ya, kecuali kamu ingin membuat bocah-bocah itu lebih cepat ‘matang’ sebelum waktunya.
Sepuluh menit awal Ted dibuka layaknya sebuah drama fantasi keluarga biasa bersama narasi yang disuarakan Patrick Stewart. Berstting di tahun 1985, ini kisah tentang bocah asal Boston kuper, John Bennett (Bretton Manley) yang masih berusia 8 tahun yang berdoa meminta hadiah natalnya, sebuah boneka beruang Teddy hidup dan menjadi sahabatnya. Ya, kamu tahu bahwa dalam film-film seperti ini tidak ada yang lebih kuat dari harapan seorang bocah kesepian, jadi tentu saja keajaiban itu muncul, Ted (begitu si Teddy dipanggil) hidup di pagi berikutnya, tidak hanya mengejutkan John namun seisi keluarganya dan di sini bagian menariknya, seantero dunia. Jika kebanyakan film lain memilih untuk ‘menyembunyikan’ keajaiban ini untuk dalam ruang lingkup kecil dan terbatas, MacFarlane memilih untuk mempersembahkan anomali Ted kepada dunia, jadi di sisa film kita tidak akan menemukan lagi orang-orang yang terkejut melihat boneka beruang berjalan dan berbicara.
Dan kisah sebenarnya baru saja dimulai setelah 27 tahun kemudian. Tidak hanya John (Mark Wahlberg) yang tumbuh menjadi ‘bocah’ 35 tahun, Ted (Seth MacFarlane) juga tumbuh bersamanya dan tinggal bersamanya di apartemen milik pacar John yang cantik, Lori Collins (Mila Kunis). Masalahnya Lori yang sudah berhubungan dengan John 4 tahun ini menganggap Ted menjadi beban dalam kehidupan mereka, bahkan ia menganggap bahwa Ted lah yang menjadi alasan John tidak bisa menjadi dewasa. Lalu apa yang dilakukannya kemudian adalah memberi pilihan kepada John untuk memilih dirinya atau boneka beruangnya, tentu saja itu bukan pilihan mudah buat John.
Apa yang pertama kali sempat terlintas di benak saya ketika mengetahui secuil premis Ted adalah ini pasti akan menjadi the next The Beaver, dan saya senang pada akhirnya saya salah. Ted jelas berbeda 180 derajat dengan drama milik Jodie Foster yang dibintangi Mel Gibson itu. Ted tidak sedepresi itu dan tidak ada orang gila di dalamnya yang menganggap boneka berang-berangnya bisa berbicara karena dalam kasus Ted, si boneka memang hidup bisa berbicara dan hei! Ia bahkan menyumpah, mesum, minum bir dan menghisap ganja dan yang paling gila, melakukan hubungan seks! Thanks to MacFarlane yang sudah membuat saya tidak sama lagi memandang boneka Teddy setelah menontonnya.
Buat yang mengenal MacFarlne lewat Family Guy atau American Dad-nya pasti tahu bahwa Ted adalah betul-betul film tipikalnya. Ted adalah ajang MacFalne bersenang-senang dan ‘menghacurkan’ dengan segala guyonan kasar, jorok, bodoh, vulgar dan kurang ajar yang mengolok-olok semuanya, yeah, semuanya, dari Brandon Routh, Tom Skerritt sampai Taylor Lautner dari Susan Boyle, Norah Jones sampai Ryan Reynolds (keduanya juga menjadi cameodi sini) dan di sisi lain ia tampak begitu memuja-muja era 80′an dalam kasus ini diwakili oleh film fiksi ilmiah klasik Flash Gordon yang dikatakan John “This is so bad, but so good”, bahkan sampai Sam J. Jones pun turut hadir memeriahkan pesta liar yang berujung hancurnya tebok tetangga. Tentu saja Ted menjadi luar biasa dan kocak karena semua kegilaan itu keluar dari mulut dan tingkah laku Ted yang disuarakan dan di mo-cap MacFarlene sendiri, kapan lagi kamu melihat ada boneka beruang seperti ini? Tetapi Ted tidak hanya mencoba selalu melucu, ini seperti separuh romcom dan separuh buddy movie yang juga punya sisi-sisi mengharukannya sendiri walaupun faktanya tidak sekuat elemen komedinya.
Ted itu spesial, karena tidak setiap hari kamu menemukan boneka Teddy Bear ‘rusak’ seperti ini. Salut pada Seth MacFarlene yang sudah menghadirkan sebuah suguhan bromance unik nan gila lengkap dengan ciri khas komedinya yang nyeleh namun di sisi lain ia juga masih punya hati yang besar. Jadi jika kamu adalah fans boneka Teddy yang kebetulan juga suka dengan joke-joke kasar ala Family Guy, maka saya jamin Ted akan membuatmu terpingkal-pingkal.
Rating: 








ed: ” I bet you treat your wife like a vacuum cleaner. She both sucks and blows. And when you are done with her, you throw her back into the closet “
No comments:
Post a Comment